Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Gebrakan Baru di Medan! PW PERSIS Sumut & UIN SU Sukses Gelar Konferensi Internasional Bedah Ijtihad Kontemporer

badge-check

Gebrakan Baru di Medan! PW PERSIS Sumut & UIN SU Sukses Gelar Konferensi Internasional Bedah Ijtihad Kontemporer Perbesar

MEDAN – Hotel Madani Medan mendadak menjadi pusat perhatian para akademisi, ulama, dan pemerhati hukum Islam. Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW PERSIS) Sumatera Utara, berkolaborasi dengan Program Doktoral Hukum Islam Pascasarjana serta Program Magister Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara, sukses menghelat International Conference megah dengan mengusung tema “Contemporary Ijtihad and the Renewal of Islamic Law: Reconstructing Sharia Responses to Global Challenges”.

Ajang bergengsi ini ternyata bukan sekadar pertemuan ilmiah biasa. Kegiatan tersebut dirancang sebagai rangkaian strategis Pra Musyawarah Kerja Nasional (Musykernas) V yang dijadwalkan bakal bergulir pada akhir November 2026 mendatang di Kota Medan.

Kehadiran empat guru besar dan ulama terkemuka sukses membius audiens lewat pemaparan gagasan cemerlang guna membentengi sekaligus memandu arah gerakan dakwah PERSIS ke depan.

Empat Pemikir Besar Bedah Tantangan Global

Jalannya konferensi kian memanas dalam arti positif tatkala para narasumber membedah urgensi pembaruan hukum Islam dari berbagai kacamata disiplin ilmu:

  1. KH. Muhammad Nuh, M.SP (Ketua PW PERSIS Sumut / Keynote Speaker)
    Beliau mengapresiasi tinggi kolaborasi ini sebagai respons nyata jam’iyah terhadap dinamika global
    . Menurutnya, fatwa di era digital dan krisis peradaban mustahil dijawab dengan cara pandang yang statis. Mengutip gagasan Yusuf Al-Qardhawi mengenai Tafsir Fi Ad-Dakwah, beliau menegaskan bahwa pintu ijtihad senantiasa terbuka lebar (fardhu kifayah), meski prinsip pokok agama (Tsawabit seperti akidah dan ushul ibadah) harus tetap dijaga kokoh.

  2. Prof. Madya Muhammad Ikhlas Rosele, PhD (Universiti Malaya)
    Pakar Ushul Fiqh asal Malaysia ini mengupas tuntas hakikat Mashlahat dan ijtihad melalui ilustrasi kisah klasik sahabat Nabi SAW terkait perintah shalat di Bani Quraizhah
    . Beliau menegaskan bahwa perbedaan dalam memahami sebuah kemaslahatan di tengah umat adalah sebuah rahmat.

  3. Prof. Dr. Sukiati, MA (Ketua Prodi Magister Hukum Keluarga UIN SU Medan)
    Membawa isu yang sangat aktual di ruang publik, beliau membedah perbandingan hukum perceraian antara Indonesia dan Maroko dengan merujuk pada QS. Al-Baqarah: 220
    . Hasil risetnya menunjukkan bahwa sistem hukum Maroko tampil lebih progresif dalam menjamin perlindungan nafkah dan harkat perempuan, sehingga ijtihad di Indonesia perlu terus digaungkan demi keadilan keluarga.

  4. Prof. Dr. Ansari Yamamah, MA (Penggagas Islam Transitif)
    Pada sesi penutup yang sarat nuansa filosofis, beliau memperkenalkan konsep “Nalar Ushul Fiqh Transitif dan Kolaborasi Transdisipliner”
    . Melalui perpaduan tiga pilar nalar—yakni Qauli (tekstual), Kauni (empiris/sains), dan Falsafi (filosofis)—beliau menilai hukum Islam mampu bertransformasi menjadi metodologi produksi pengetahuan baru (Manhaj Al-Intaj).

Di ujung acara, Ketua Panitia Dr. Iwan Nasution menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan sebuah terobosan emas yang berhasil menjembatani sinergi harmonis antara kalangan ulama dan akademisi. Peliputan kegiatan ini turut dikawal oleh pewarta Joko Imawan dan Abdul Aziz.

Penyelenggaraan konferensi internasional ini dinilai memberikan warna tersendiri bagi peta jalan pengembangan riset keagamaan di Sumatera Utara. Kolaborasi lintas institusi antara perguruan tinggi keagamaan negeri (UIN SU) dan ormas Islam historis (PERSIS) membuktikan bahwa diskursus keislaman tidak boleh berhenti di ruang-ruang kuliah semata, melainkan harus hadir solutif menjawab problematika konkret masyarakat modern.

Menyongsong agenda Musykernas V yang kian dekat, butir-butir rekomendasi ilmiah dari forum ini diharapkan mampu menjadi kompas moral dan panduan taktis bagi para dai serta pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi dakwah yang adaptif, mencerahkan, dan berkemajuan di era digital.

Pewarta: Joko Imawan / Abdul Aziz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tak Lagi Belajar di Tenda, PERSIS dan Kemendikdasmen Bangun Ruang Kelas Darurat di Sumut dan Sumbar

5 Sep 2026 - 14:44 WIB

Tak Lagi Belajar di Tenda, PERSIS dan Kemendikdasmen Bangun Ruang Kelas Darurat di Sumut dan Sumbar

Dari Andalusia untuk Masyarakat Simangambat: 300 Paket Kurma dan Air Zam-Zam Dibagikan di Momen Maulid Nabi Muhammad SAW

27 Agu 2026 - 16:10 WIB

Dari Andalusia untuk Masyarakat Simangambat: 300 Paket Kurma dan Air Zam-Zam Dibagikan di Momen Maulid Nabi Muhammad SAW

Kemendikdasmen dan PP Persis Sediakan Kelas Darurat di Tapanuli Tengah

5 Agu 2026 - 14:49 WIB

Kemendikdasmen dan PP Persis Sediakan Kelas Darurat di Tapanuli Tengah
Trending di Pendidikan