MEDAN – Dukungan terhadap pembenahan infrastruktur di Kota Medan terus mengalir deras. Kali ini, Forum Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (FPMSU) menyatakan sikap mendukung penuh kinerja Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, S.S.T.P., M.T., dalam mengeksekusi program kerja serta visi-misi pembangunan Kota Medan Tahun 2026.
Perwakilan FPMSU, Baikal Firdaus, menegaskan bahwa portofolio pembangunan yang direalisasikan Dinas SDMBK Medan telah dirasakan langsung dampaknya oleh warga, mulai dari pembenahan drainase hingga perbaikan akses jalan.
“Kami melihat berbagai program dan kegiatan yang telah dikerjakan merupakan bentuk nyata komitmen dalam meningkatkan kualitas pembangunan, pelayanan, serta infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Medan,” tegas Baikal Firdaus kepada harian PosMetro, Senin (31/8/2026).
Baikal mengapresiasi terobosan dan manajerial Khairul Azmi yang sigap menggenjot pengerjaan proyek-proyek fisik di lapangan. Namun, ia mengingatkan agar kualitas pengerjaan dan prinsip keterbukaan publik tetap menjadi prioritas utama.
“Kami mengapresiasi langkah dan kinerja Bapak Khairul Azmi yang terus mendorong pelaksanaan program secara optimal. Kami berharap capaian yang telah dikerjakan dapat terus ditingkatkan dengan tetap mengedepankan transparansi, profesionalitas, dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Tak sekadar memberi jempol, Baikal juga menegaskan jajaran pemuda dan mahasiswa siap pasang badan dan turun langsung mengawal setiap proyek infrastruktur di Kota Medan agar berjalan bersih dan tepat sasaran.
Dinas SDMBK Kota Medan sendiri menjadi salah satu UPT teknis paling krusial di bawah jajaran Pemko Medan. Instansi ini berada di garis depan dalam mengurusi persoalan banjir lewat penataan drainase, perbaikan jalan berlubang, hingga pengawasan fasilitas publik kota.
Aliran dukungan dari kalangan aktivis pemuda ini diyakini menjadi suntikan semangat bagi jajaran Dinas SDMBK Medan untuk menuntaskan target-target pembangunan fisik secara maksimal dan akuntabel hingga penutupan tahun anggaran 2026.











